CAOF, Bantu Anak Yatim Piatu Karena HIV/AIDS

Cepatnya penyebaran HIV/AIDS di China berdampak sangat merugikan pada dunia anak. Jumlah anak-anak yang ditinggalkan orang tua korban HIV/AIDS meningkat tajam. Peningkatan jumlah anak yatim piatu karena AIDS di China, juga sejalan dengan peningkatan jumlah yatim piatu di seluruh dunia termasuk Indonesia.



Di Kamboja, Indonesia, dan India, jumlah anak yatim karena AIDS meningkat 400 persen dari tahun 1994 hingga 1997. Badan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang mengurusi anak-anak, UNICEF, memperkirakan pada 2010 nanti, sebanyak 106 juta anak-anak akan kehilangan satu atau dua orang tua mereka, 25 juta di antaranya akan yatim piatu karena AIDS.

Dari jumlah itu, sedikitnya 100.000 anak yatim piatu karena AIDS, berasal dari China. Data ini berdasar perkiraan Departemen Kesehatan China. Kantor UNICEF di China menyebutkan, dalam lima tahun, dari 150.000 anak yatim piatu karena AIDS, akan meningkat jumlahnya menjadi 250.000 anak.

Bantuan untuk anak-anak yatim piatu karena AIDS di China, tak hanya dilakukan oleh UNICEF saja, tapi juga lembaga-lembaga donor. Salah satunya adalah China AIDS Orphan Fund (CAOF). Misi dari CAOF adalah untuk memperbaiki kehidupan anak-anak yatim piatu karena HIV/AIDS di pusat China, khususnya Provinsi Henan.

Provinsi Henan, yang terletak di utara pusat China adalah wilayah paling padat penduduknya. Hampir 100 juta orang mendiaminya. Baru-baru ini, penduduk Henan menghadapi krisis kesehatan yang luar biasa.

Menurut estimasi konservatif, lebih dari satu juta orang telah terinfeksi HIV di Provinsi Henan. Hampir seluruhnya terinfeksi saat mendonorkan darah mereka demi mendapatkan uang untuk menyambung hidup.

Di sekitar tahun 1990-an, orang-orang miskin di Henan, menjual darah mereka untuk mendapatkan uang. Dalam kurun waktu satu dekade, virus menyebar dengan ganas dan cepat. Di sebuah desa di Henan, bahkan 40% penduduknya terinfeksi HIV.

Orang-orang dewasa mati perlahan, sementara para remaja, harus bersiap menanggung beban merawat saudara-saudara mereka. Saat ini, situasi di Henan telah mendapat perhatian secara nasional dan internasional. Kondisi serupa juga terjadi di provinsi lain, khususnya di pedesaan Anhui, Shanxi dan Hubei.



Prioritas

Aktivitas CAOF meliputi penggalangan dana, penelitian, pendidikan, advokasi, dan menyalurkan dana bantuan kepada organisasi-organisasi. Pendanaan diprioritaskan pada; Dana pendidikan bagi yatim piatu karena AIDS; Pelayanan kemanusiaan pada keluarga-keluarga yang terinveksi HIV/AIDS; Pelayanan kesehatan dan training; dan Program yang membantu perkembangan anak yatim piatu

CAOF didirikan di bawah naungan The Minneapolis Foundation, dan sekarang terpisah menjadi organisasi nirlaba sendiri. CAOF dibantu oleh Give2Asia yang didirikan oleh Asia Foundation. CAOF dan Give2Asia bahu membahu untuk membantu perkembangan sektor nirlaba di China.



Bantuan Bagi Yatim Karena AIDS

Dengan adanya reformasi pendidikan di China, anak-anak di Provinsi Henan dikenakan 65 dolar Amerika Serikat (sekitar Rp. 650.000) tiap tahun untuk membayar sekolah mereka di tingkat sekolah dasar (SD). Anak-anak yatim piatu karena AIDS serta sejumlah orang tua yang menderita AIDS tak mampu membayar biaya pendidikan yang melambung.

CAOF memberikan bantuan kepada anak-anak yatim piatu karena AIDS agar bisa mengakses pendidikan, terutama pendidikan kejuruan dan ketrampilan. CAOF menyediakan dana untuk mendukung sejumlah program yaitu, pelatihan kejuruan, pendanaan sekolah mulai dari tingkat SD hingga sekolah menengah, dan pada beberapa kasus juga pembiayaan kuliah.

Menyadari bahwa anak-anak yatim piatu karena AIDS, juga sejumlah penderita AIDS tak hanya membutuhkan bantuan pendidikan, namun juga bantuan kemanusiaan lain, CAOF membantu melengkapi kebutuhan mereka. Bantuan itu berupa infrastruktur seperti klinik kesehatan, gedung sekolah, pemenuhan kebutuhan air. CAOF juga membantu mengembangkan sistem berbasis komunitas seperti dukungan jaringan dan aktivitas yang bisa menambah pemasukan keuangan bagi mereka.

Mayoritas keluarga yang terinveksi HIV/AIDS tak bisa mengakses layanan kesehatan, penyebabnya karena mereka miskin, selain itu di sejumlah wilayah pedesaan di China, petugas kesehatan dan pasokan obat sangat terbatas.

Karenanya, CAOF membantu memberikan penyuluhan kesehatan. Pencegahan penularan vertikal HIV dari ibu ke anak melalui air susu ibu adalah salah satu contoh. CAOF juga mendukung perbaikan akses pelayanan kesehatan melalui distribusi obat; pelatihan bagi pekerja kesehatan, pendidikan masyarakat, dan kesadaran publik.
(Diolah oleh Maya Harawati dari www.china-aids.org)

Comments :

1
pyktm ar-rahman mengatakan...
on 

Terima kasih atas infonya...

Posting Komentar

Saran, kritik dan komentar anda akan sangat membantu kami dalam mengembangkan web blog ini. Terimakasih

 

koleksi

koleksi

Redaksi

Ketua Pengarah: M. Arif Junaidi. Penanggungjawab: Syarif Thayib (Ketua Yayasan Al Madinah).
­Redaktur Ahli: dr. Muhammad Thohir, Sp.Kj., Ahmad Faiz Zainuddin, S.Psi, Masuki M. Astro, Siti Raudlatul Jannah, S.Ag . Pemimpin Umum: Izzuddin Al Anshary. Pemimpin Redaksi: M. Syafiq Syeirozi. Redaktur Pelaksana: A. Suud Fuadi. Dewan Redaksi: Helmi Jauhari, A. Fathul Hudi. Distributor: Syafi’uddin. Kontributor Edisi ini: Aura Azzahra. Desain/Layout: Abd. Rokhman
Alamat Redaksi: Grha Aitam, Jl. Bratang Binangun IX/25-27 Surabaya. Telepon/Faksimile: (031) 5019424 / 5022212. ­E-Mail: redaksimadinah@yahoo.com. Web Blog: majalah-madinah.blogspot.com