SEFT Training for Total Solution

Prosentase Kepuasan Peserta Training SEFT
Angkatan ke-43 Singgasana - Surabaya
96 % Peserta Merasa Puas

(Acara Training SEFT-43 Surabaya)
Sembilan puluh enam persen (96 %) peserta Pelatihan Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) Angkatan XLIII menyatakan rasa puas atas pelatihan yang mereka ikuti. Kesimpulan ini diperoleh dari keterangan Syarif Thayib, Direktur SEFT Training Center Surabaya, yang menjadi event organizer acara ini.Syarif memerlihatkan data kuesioner hasil evaluasi peserta terhadap pelatihan yang berlangsung di ruang Amarta Hotel Singgasana Surabaya, pada 17-18 Januari 2009 ini. Data tersebut menunjukkan, dari enam puluh tiga peserta, sembilan puluh enam persennya menyatakan puas. Asumsinya, pemberi skor 7 hingga 10 adalah peserta yang merasa puas dan sangat puas (lihat grafik di bawah).

Dalam pengamatan Al Madinah, salah satu indikator kepuasan peserta terlihat saat jelang penutupan pelatihan ini. Beberapa peserta saat dimintai komentar atas pelatihan ini menyatakan kepuasannya. M. Alkaff misalnya, peserta asal Surabaya ini mengaku telah mengikuti pelbagai jenis seminar dan pelatihan, tetapi pelatihan SEFT menurutnya terasa sangat berbeda. “Training ini tidak hanya berkutat pada peningkatan kecerdasan intelektual namun juga meningkatkan kesadaran spiritual,” cetus lelaki keturunan Arab ini.Nyaris senada dengan Alkaf, Ika Shinta Sari, psikiatris kelahiran Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengungkapkapkan rasa terima kasihnya kepada Ahmad Faiz Zainuddin, Maestro SEFT. Perempuan yang akrab disapa dengan Intan ini berujar, “Melalui pelatihan ini, saya tidak hanya belajar teknik terapi untuk penyembuhan fisik dan emosi. Lebih dari itu saya juga menemukan pencerahan batin.

Pelatihan ini berhasil memadukan unsur psikologi dengan spiritual.”Sementara Minarni Kang, perempuan peranakan Tionghoa, dalam kuesioner evalusi kepuasan yang ditunjukkan Syarif, mengomentari acara ini sebagai a simple seminar but it touches me into my heart deeply inside (seminar sederhana namun mampu menyentuh relung hatiku yang terdalam). “Pelatihan ini sangat menyenangkan, serius tapi enjoy, dan mengajarkan cinta tiada akhir kepada Tuhan, dan seluruh makhluq-Nya. Doktrin ikhlas, pasrah, dan khusyu’ semua berjalan dengan sendirinya, like a strong bridge on the river,” tulis Minarni.
(Syafiq & Suud)


Empat kali putaran tapping
Phobia Kucing Hilang

(Yuniarsih berani memangku kucing)
Pada umumnya orang menyukai hewan kecil yang disebut kucing (cat). Wujudnya yang bagus dan sifatnya yang tidak buas, memicu perasaan sayang mayoritas manusia terhadap binatang kecil ini. Karenanya wajar kucing menjadi salah satu binatang yang paling banyak dipiara di lingkungan rumah tangga. Anak-anak kecil maupun orang dewasa kerap menjadikan kucing sebagai hewan kesayangannya. Namun hal ini tidak berlaku bagi Yunarsih. Perempuan 41 tahun asal Tulungagung ini sangat takut terhadap kucing. Phobia atau ketakutan berlebihan ini diidapnya sejak sekolah dasar dulu. Yunarsih merasa “kelainan” ini harus disembuhkan karena phobia ini di luar kewajaran.

Selain itu ia malu sering diledek anak-anak temannya, “masak orang tua takut sama kucing”. Phobia ini dicurhatkan kepada Faiz Zainuddin, Founder dan Trainer Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT), dalam event pelatihan SEFT angkatan 43 yang berlangsung di Hotel Singgasana Surabaya, pada 16-18 Januari 2009. Gayung pun bersambut, untuk mengisi sesi praktik terapi SEFT untuk gangguan emosi, Yunarsih diterapi langsung oleh Faiz menggunakan teknik healing (penyembuhan) ala SEFT.

Sebelum itu, untuk mengetahui seberapa besar ketakutan Yunarsih terhadap kucing, panitia membawa kucing yang dimasukkan dalam kardus berlubang ke arena pelatihan. Dari jarak sekitar 10 meter, Yunarsih melihat wajah kucing yang tersembul dari kardus. Saat itu tiba-tiba badannya tegang dan disusul dengan tangisan dan teriakan. Tatkala emosi Yunarsih memuncak ini, Faiz mulai melakukan tapping (ketukan ringan) di bagian karate chop (samping telapak tangan atau bagian yang biasa digunakan untuk mematahkan balok saat karate).

Dengan dibantu oleh salah satu peserta perempuan, Faiz menggunakan teknik ketukan lengkap di 18 titik tubuh yang menjadi obyek ketukan dalam SEFT. Memasuki putaran kedua, Yunarsih mulai berani menatap kucing meski masih terlihat ketakutan. Akhirnya setelah terapi lengkap dilakukan dalam empat kali putaran, Yunarsih berani memangku kucing meski dengan sedikit perasaan takut.


Perokok Berat pun berhenti

Melihat kesuksesan terapi phobia kucing¸ Nurul Falah ( 47 tahun), Direktur CV Navilla, Cipayung Jakarta Timur, ingin mencobanya. Falah adalah sosok perokok berat namun berniat menghentikan kebiasaan buruknya itu. Ia sadar bahwa rokok memang tidak baik untuk kesehatan. Namun selama ini upayanya untuk menghentikan aktifitas merokok selalu gagal. Saat mengikuti pelatihan SEFT ini pun ia sedang sangat berhasrat merokok.

Oleh Faiz, Falah diminta untuk mencium bau rokok yang dibawanya sembari merasakan kenikmatannya. Setelah itu mulailah proses tapping. Selesai putaran pertama Falah kembali diminta untuk mencium sebatang rokok tersebut, namun ia mengaku mulai terasa tidak enak. Faiz pun memulai tapping putaran kedua.

Terapi putaran kedua usai, Falah dipersilakan menyulut rokoknya dan menghisapnya seperti biasa. Namun dengan sedikit terkejut, ia merasakan enek dan ingin muntah akibat hisapan rokoknya itu. “Saya enek, sudah nggak enak merokok,” ujar Falah yang didengarkan oleh seluruh peserta. Bahkan pascaproses terapi, Falah bergegas membuang bungkus rokok yang masih menyisakan beberapa batang, dan lantas mencuci tangannya karena merasakan bau yang membuatnya mual.
(Syafiq)

Comments :

0 komentar to “SEFT Training for Total Solution”

Posting Komentar

Saran, kritik dan komentar anda akan sangat membantu kami dalam mengembangkan web blog ini. Terimakasih

 

koleksi

koleksi

Redaksi

Ketua Pengarah: M. Arif Junaidi. Penanggungjawab: Syarif Thayib (Ketua Yayasan Al Madinah).
­Redaktur Ahli: dr. Muhammad Thohir, Sp.Kj., Ahmad Faiz Zainuddin, S.Psi, Masuki M. Astro, Siti Raudlatul Jannah, S.Ag . Pemimpin Umum: Izzuddin Al Anshary. Pemimpin Redaksi: M. Syafiq Syeirozi. Redaktur Pelaksana: A. Suud Fuadi. Dewan Redaksi: Helmi Jauhari, A. Fathul Hudi. Distributor: Syafi’uddin. Kontributor Edisi ini: Aura Azzahra. Desain/Layout: Abd. Rokhman
Alamat Redaksi: Grha Aitam, Jl. Bratang Binangun IX/25-27 Surabaya. Telepon/Faksimile: (031) 5019424 / 5022212. ­E-Mail: redaksimadinah@yahoo.com. Web Blog: majalah-madinah.blogspot.com